苏诿
2019-05-22 04:41:07
2017年1月10日下午8点26分发布
2017年1月10日下午8:27更新

艾哈迈德库尼亚万。照片:AremaFC.com

艾哈迈德库尼亚万。 照片:AremaFC.com

印度尼西亚雅加达 - Kabar duka menyelimuti Arema FC。 Tim berjuluk Singo Edan itu kehilangan kiper senior Ahmad Kurniawan。 Sosok yang musim ini digadang-gadang sebagai asisten pelatih untuk mendampingi tim sepanjang musim baru 2017 itu meninggal pada Selasa,10 Januari。

Ahmad Kurniawan sebelumnya diraw​​at selama 12 hari di Rumah Sakit Saiful Anwar,Malang。 Dia mendapat penanganan medis setelah tak sadarkan diri pada Kamis,29 Desember,lalu。 Dokter sempat menyebutkan bahwa asam lambung dia naik。 Petugas juga menemukan ada racun di dalam darahnya。

Pelatih kepala Arema,Aji Santoso,mengonfirmasi kabar meninggalnya Ahmad Kurniawan。 “Iya,benar mas,beliau baru saja meninggal,kami semua akan melayat ke sana,”kata Aji。

Meski demikian,Aji belum tahu di mana penjaga gawang yang akrab disapa AK tersebut akan dikuburkan。 “Belum tahu dikubur di mana,ini saya masih akan menuju ke sana.Nanti hubungi saya lagi ya,”kata dia。

Kepergian AK menjadi pukulan bagi Arema FC dan sepak bola nasional。 Sebab,dia adalah figur senior di bawah mistar gawang。 AK memang tak muda lagi。 Usianya sudah 39 tahun。 Umur yang sangat senior untuk berkiprah di sepak bola kasta tertinggi di Indonesia。

Meski tak lagi muda,AK tetap mampu tampil cemerlang。 Dia sempat menyita perhatian karena performa gemilangnya saat mengawal gawang Singo Edan di Indonesia Soccer Championship(ISC)A。AK menjadi pilihan utama setelah dua penjaga gawang Arema FC,Kurnia Meiga dan Kadek Wardana,mengalami cedera。

Karena itulah,Arema sempat hendak mempromosikannya sebagai asisten pelatih sembari tetap menjadi kiper。 Tugas baru itu bakal diemban AK untuk liga yang akan berputar kembali setelah berhenti karena konflik di PSSI。 Namun,kematian lebih dulu mendatangi AK sebelum tugas baru itu dia jalankan。 - Rappler.com