钱材
2019-05-22 14:42:51
2017年1月8日下午6:37发布
2017年1月8日下午6:37更新

Pimpinan Eksekutif PSSI berdiskusi saat mengadakan kongres tahunan PSSI di Hotel Aryaduta Bandung,pada 8 Januari 2017. Foto oleh Novrian Arbi / Antara

Pimpinan Eksekutif PSSI berdiskusi saat mengadakan kongres tahunan PSSI di Hotel Aryaduta Bandung,pada 8 Januari 2017. Foto oleh Novrian Arbi / Antara

雅加达,印度尼西亚 - Djohar Arifin Husin terbebas dari sanksi yang diberlakukan oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia(PSSI)。 现状Djohar juga telah dipulihkan pada kongres PSSI di Hotel Aryaduta,万隆,Jawa Barat,pada Minggu,8 Januari。

Dengan adanya pemulihan status ini,Djohar yang sebelumnya menjadi Ketua Umum PSSI periode 2011-2015,bersama dengan enam mantan anggota Komite Eksekutif(Exco)PSSI itu bisa kembali beraktivitas pada persepakbolaan nasional。

“Apakah 选民 menyetujui pengampunan sanksi bagi perseorangan ini?” demikian pertanyaan dari Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi saat memimpin sidang。

Tidak membutuhkan waktu lama,pemilik suara yang hadir di kongres pertama PSSI di bawah kepemimpinan Edy ini dengan serentak menyatakan setuju。 Pengampunan sanksi ini terbilang prosesnya cukup cepat jika dibandingkan pada kongres-kongres sebelumnya。

Selain Djohar,mantan anggota Exco yang dipulihkan statusnya adalah Sihar Sitorus,Bob Hippy,Tuty Dau,Widodo Santoso,Farid Rahman,dan Mawardi Nurdin。 Mereka mendapatkan sanksi sejak PSSI dikendalikan La Nyalla Mattalitti。

Pengampunan mantan anggota Exco ini seharusnya dilakukan saat kongres 11月10日lalu di Ancol,雅加达。 Hanya saja,beberapa pemilik suara menolak sehingga prosesnya tertunda hingga pelaksanaan kongres PSSI di Bandung,hari ini。

Dalam sambutannya,Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi mengatakan bahwa kongres Bandung ini adalah momen rekonsiliasi karena tantangan sepak bola Indonesia ke depan cukup berat。 Untuk itu diperlukan sinergi dengan semua pihak。 -Antara / Rappler.com