暴严
2019-05-22 03:32:18
2017年1月8日上午10:32发布
2017年1月8日上午11:33更新

Suporter Persebaya Surabaya mengikuti Parade Bela Persebaya di Surabaya,Jawa Timur,pada 26 Desember 2016. Foto oleh Didik Suhartono / Antara

Suporter Persebaya Surabaya mengikuti Parade Bela Persebaya di Surabaya,Jawa Timur,pada 26 Desember 2016. Foto oleh Didik Suhartono / Antara

雅加达,印度尼西亚 - Awal 2017 menjadi penanda sejarah baik bagi para Bonek,sebutan untuk suporter klub Persebaya Surabaya。 Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia(PSSI)akhirnya mengesahkan keberadaan Persebaya dalam kongres di Bandung,Jawa Barat,pada Minggu,8 Januari。

Kongres memutuskan bahwa Persebaya dapat tampil di Divisi Utama untuk musim kompetisi 2017。

Keputusan tersebut diambil tanpa melalui persetujuan 选民 ,tapi dengan sikap tegas dari Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi yang menggunakan otoritasnya。

“Tanpa mengecilkan klub lain,khusus Persebaya saya letakkan di tahta Divisi Utama.Saya tak tanya setuju atau tidak kepada 选民 ,saya ketok.Saya letakkan di Divisi Utama,”ucap Edy sambil langsung mengetok palu。

Pernyataan Edy tersebut sempat diinterupsi。 Namun, 选民 yang sempat menyela tersebut dianggap tidak bisa diterima karena ketua umum sudah mengetok palu keputusan。

Pernyataan tegas Edy tersebut muncul setelah kongres memasuki pembahasan tujuh klub bermasalah。 Edy lantas mengambil alih论坛。

“Kalau soal klub bermasalah,mereka ini ibarat orang sakit lumpuh,diobatin,terus mulai belajar jalan lagi harusnya begitu.Tetapi rekan sekalian,Anda harus tahu,kami tidak kecilkan tim lain.Ada 5 klub legenda; PSM Ujung Pandang,Persebaya Surabaya,Persib Bandung,Persija Jakarta,dan PSMS Medan.Saya berharap berkiprah kembali buahkan pemain Impian untuk timnas yg akan datang.Kalau ini klub hidup bikin semarak klub yang lain,“kata Edy。

Kata-kata Edy yang lantas itu membuat suasana hening。 Sempat ada protes bahwa Persebaya Surabaya dan Arema Indonesia agar langsung berkiprah di kasta tertinggi,Indonesia Super League(ISL)。 Dengan demikian,ISL 2017 akan terdiri dari 20 klub。

Tapi,pernyataan tersebut tak diamini para voter Edy juga bergeming。 Mantan Pangkostrad itu menolaknya。

Sementara itu,untuk enam klub bermasalah lainnya,Persibo Bojonegoro,Persema Malang,Arema Indonesia,Persewangi Banyuwangi,Lampung FC,dan Persipasi Bekasi,Edy meminta kongres setuju untuk menempatkan mereka di Liga Nusantara,kasta sepak bola di bawah Divisi Utama。 -Rappler.com