暴严
2019-05-22 02:08:26
2016年12月19日下午6:52发布
2016年12月19日下午6:52更新

Ekspresi pesepak bola印度尼西亚Boas Solossa menyemangati rekan-rekannya ketika bertanding melawan越南pada半决赛putaran pertama AFF铃木杯2016 di Stadion Pakansari,Kabupaten Bogor,Jawa Barat,Sabtu(3/12)。印度尼西亚memang atas越南dengan skor 2-1。 Foto oleh Wahyu Putro A / ANTARA

Ekspresi pesepak bola印度尼西亚Boas Solossa menyemangati rekan-rekannya ketika bertanding melawan越南pada半决赛putaran pertama AFF铃木杯2016 di Stadion Pakansari,Kabupaten Bogor,Jawa Barat,Sabtu(3/12)。 印度尼西亚memang atas越南dengan skor 2-1。 Foto oleh Wahyu Putro A / ANTARA

印度尼西亚雅加达 - Jumpa pers di terminal 2 E Bandara Soekarno-Hatta,Minggu,18 Desember,lalu awalnya berlangsung penuh keriuhan dan tepuk tangan。 Timnas disambut bak pahlawan setelah mampu bersaing hingga最终Piala AFF 2016。

Namun,tepuk tangan dan teriakan para penyambut Timnas mendadak sepi。 Itu terjadi setelah sang kapten yang memimpin perjuangan di ajang dua tahunan tersebut,Boaz Solossa,menyatakan keinginan mundur dari Timnas。

“Dengan capaian ini,saya mungkin akan pensiun dari Timnas.Saya ingin beri kesempatan untuk adik-adik yang lain untuk memperkuat Timnas,”katanya mengawali pernyataan。

Usia Boaz memang tidak muda lagi。 Tapi juga belum terlalu tua untuk pemain sepak bola。 Di usia 30 tahun,Boaz sejatinya masih bisa memimpin“adik-adiknya”。 Namun,rupanya bukan usia yang menjadi pertimbangannya。 Tapi membuka peluang munculnya generasi baru di tim Garuda。

Kali pertama Boaz muncul di Timnas adalah saat gelaran Piala Tiger 2004.Jika Piala AFF 2016 adalah turnamen terakhirnya,berarti pemain asal Persipura Jayapura tersebut telah 12 tahun mengabdikan diri untuk skuat Garuda。

“Saya akan pikirkan matang-matang dulu.Banyak yang berbicara ke saya soal keinginan saya ini karena saya sudah cerita sebelumnya,dalam beberapa hari ke depan segera kami bicarakan,”tegas dia。

Bagi Boaz,bukan hanya dirinya yang pantas berbaju Timnas。 Melihat usia yang sudah masuk kepala tiga,sudah waktunya bagi pemain bernomor punggung tujuh itu untuk memberikan kesempatan pemain lain yang potensial。

“Banyak sekali pemain potensial dan bagus di Indonesia.Banyak pemain muda yang kita punya,waktunya mereka ditampilkan,”ucapnya bijak。

Wakil Kapten Timnas Andik Vermansah mengaku terkejut dan tak menyangka Boaz akan mengambil keputusan pensiun dengan cepat。 Sebagai perbandingan,Bambang Pamungkas atau Bepe yang menjadi kapten terakhir yang pensiun,baru menyudahi karirnya di usia 33 tahun,pada 2013年4月silam。

Dia berharap keputusan untuk gantung baju tak lekas diambil oleh Boaz dalam dua tahun ke depan。 Diapun menegaskan agar tim AFF 2016 tak dibubarkan agar bisa matang dan memenuhi目标menjadi juara di 2018 nanti。

“Tim ini jangan dibubarkan karena ini timn yang bagus.Perlu pemain senior dan dipadukan pemain muda,sehingga bisa menjadi lebih matang dan juara di 2018 nanti,”tegas dia。

Untuk Boaz,Andik menilai Timnas masih membutuhkan sosok前锋sepertinya。 Sejauh ini,Andik melihat kemampuan,技能,dan ketajaman前锋lokal印度尼西亚belum ada yang seperti Boaz。

“Pasti sangat disayangkan sekali(kalau Boaz pensiun)karena kita kekurangan前锋.Pemain Indonesia kurang前锋,karena lebih banyak pemain asing,”dia menegaskan

“Semoga Bang Boaz bisa berpikir lagi mungkin 1-2 tahun lagi untuk menjalankan rencananya itu,”imbuh pemain asal Surabaya tersebut。

Hal yang sama juga diutarakan oleh Risky Pora。 Bagi pemain asal Ternate itu,sosok Boaz belum tergantikan。 Dia bisa menjadi kapten dan memberikan contoh sebagai pemain yang ngotot dan tak mudah menyerah dalam bermain。

“Semangat dia,membuat kami pemain lain terpacu,dia pemain yang bisa beri motivasi。前锋印度尼西亚yang terbaik menurut saya saat ini,semoga tidak pensiun dulu,”tandas Rizky。 - Rappler.com