祭勒
2019-05-22 04:47:30
发布于2016年12月18日上午8:11
更新时间2016年12月18日上午8:12

Pelatih tim nasional sepak bola Indonesia Alfred Riedl memimpin sesi latihan resmi dan uji coba lapangan di Stadion Nasional My Dinh,Hanoi,Vietnam,Selasa(6/12)。 Foto oleh Widodo S. Jusuf / ANTARA

Pelatih tim nasional sepak bola Indonesia Alfred Riedl memimpin sesi latihan resmi dan uji coba lapangan di Stadion Nasional My Dinh,Hanoi,Vietnam,Selasa(6/12)。 Foto oleh Widodo S. Jusuf / ANTARA

印度尼西亚雅加达 - Kegagalan Indonesia di ajang turnamen Piala AFF 2016 memang menyisakan kesedihan yang mendalam,terutama bagi para pemain yang sudah begitu dekat dengan gelar juara。

Namun,harus diakui bahwa keberhasilan pasukan Garuda mencapai final adalah prestasi tersendiri。

Mereka datang ke ajang dua tahunan tersebut dalam situasi yang serba tidak理想,seperti pelatih tim nasional Alfred Riedl yang hanya boleh merekrut maksimal 2 pemain klub,waktu persiapan yang mepet,dan kompetisi yang terhenti cukup lama karena konflik sepak bola nasional。

Karena itu,Riedl masih memberi pujian untuk anak asuhnya meski kalah 0-2(agregat 3-2)dari泰国dalam laga最终Piala AFF di Rajamangala体育场,曼谷,pada Sabtu malam,17 Desember。 Ia terutama memuji performa Boaz Solossa dan kawan-kawan di babak pertama。

“Kami lebih banyak ditekan di babak pertama。 Tapi,泰国tidak benar-benar mendapat kesempatan di babak pertama。 Gol pertama泰国hanya karena keberuntungan,“kata Riedl dalam konferensi pers usai laga。

Di babak kedua,fokus para pemain belum maksimal saat laga baru berjalan。 Mereka begitu cepat kebobolan setelah area akhir diacak-acak Siroch Chattong。

Setelah istirahat turun minum,pelatih asal Austria itu sejatinya menginstruksikan tim untuk lebih menyerang。 Namun,stamina para pemain tak bisa meladeni pertahanan dan karakter permainan泰国杨固体。 “Kami sulit membongkar pertahanan泰国,”卡塔里德尔。

Riedl menganggap mental para pemain sulit bangkit dalam kondisi tersebut。 “Ketika Anda harus bangkit dari angka nol,itu sulit bermain untuk menciptakan serangan yang bagus demi mendapat peluang,”katanya。

Lantas,bagaimana nasib Riedl setelah ini?

Mantan pelatih timnas奥地利tersebut mengaku tidak tahu menahu。 Dia akan menyerahkan masa depannya di timnas sepenuhnya pada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia(PSSI)。 Tapi,dia berminat jika PSSI berencana membangun skuat jangka panjang。

Melihat penampilan timnas saat ini“hanya”mampu menembus final,Riedl yakin dalam beberapa tahun ke depan tim akan mampu meraih prestasi dengan menjadi juara。 Apalagi,dalam waktu dekat timnas akan kembali bertarung di SEA Games 2017。

“Akan menarik bagi saya bila bisa membangun tim yang lebih tangguh untuk menantang Thailand dalam beberapa tahun ke depan,”katanya。 -Rappler.com

BACA JUGA: